Antisipasi Krisis Pangan, Gubernur NTT Instruksikan Fokus 4 Komoditas

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat telah mengiktruksikan fokus empat komoditas dalam mengantisipasi krisis pangan di provinsi kepulauan itu.

Antisipasi Krisis Pangan, Gubernur NTT Instruksikan Fokus 4 Komoditas
Kepala Dinas Pertanian NTT, Lecky Frederich Koli didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Parera saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTT, Selasa, 27 September 2022. Foto: Tarsi Salmon/Hindiatimes.com

KUPANG, Hindiatimes.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat telah mengiktruksikan fokus empat komoditas dalam mengantisipasi krisis pangan di provinsi kepulauan itu.

“Untuk mengantisipasi pangan, Pak Gubernur telah menginstruksikan untuk kita fokus kepada 4 komoditas,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli kepada wartawan, Selasa (27/09/2022).

Baca Juga: Dilaporkan Bank Artha Graha atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Tommy Jacob Layangkan Somasi Kedua

Ke-empat komoditas itu yakni; Jagung, Sorgum, tanaman Kelor dan dari aspek peternakan Ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB).

“Nah, ini komoditas-komoditas yang mendapat perintah dari bapak Gubernur sudah kita persiapkan,” ujarnya.

Hadapi Musim Tanam

Pada kesempatan itu juga, Kadis Lecky mengatakan, Dinas Pertanian NTT menyiapkan 88 ribu hektare (Ha) lahan guna menghadapi musim tanam satu pada Oktober 2022, hingga April 2023 serta mengantisipasi krisis ekonomi global.

Ia menjelaskan, pada tahun 2022, pemerintah menyiapkan lahan seluas 105 ha. Dari jumlah itu, 37 ha sudah dilakukan penanaman pada musim tanam dua, dan sudah dipanen dan dipasarkan. Sedangkan 88 ribu ha akan dimanfaatkan untuk musim tanam satu ini.

“Kami sudah ajukan ke bank pelaksaana. Jadi 40 ribu ha akan dilakukannpencairan pertama untuk dilakukan penanaman,” katanya.

Lahan yang disiapkan ini, kata dia, akan digunakan untuk tanaman jagung, sorgum, dan kelor. Tahap awal dimulai di daratan Flores yang sesuai prediksi BMKG akan hujan pada akhir Oktober 2022.

“Selanjutnya untuk daratan Flores bagian timur, Pulau Timor dan Sumba akan diikuti pada November-April,” jelasnya.

Untuk hasil produkai jagung, lanjut dia, pihaknya akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli, Bali untuk suplai kebutuhan jagung, sedangkan mereka suplai daging dan telur ayam.

Sedangkan benih Sorgum, jelasnya, sedang dalam penyaluran dari Flores Timur ke Pulau Timor, Flores bagian timur, Lembata, Alor, Sabu, dan Rote.

Khusus Kelor, lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan benih sebanyak 1 juta dan akan bekerjasama dengan TNI untuk dibagikan ke warga agar bisa ditanam di pekarangan rumah. “Kita siapkan 1 juta anakan yang akan dibagikan oleh TNI,” katanya.

Dia mengaku hasil panen tanaman pertanian ini akan dijual pasar yang telah disiapkan pihak ketiga.

“Jaminan pasar dengan harga yang sudah disepakati bersama pihak ketiga,” katanya.

Penulis: Tarsi Salmon