Instruksi Jaksa Agung, Kejati Bentuk Tim Khusus Usut Mafia Minyak Goreng di NTT

Selain minyak goreng, Kejati NTT yang telah membentuk tim ini juga melakukan penyelidikan terhadap sejumlah tempat strategis yang diduga kuat terjadi mafia bahkan pungutan liar (pungli) di NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim - ist
Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim - ist

Kupang, Hindiatimes.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk tim khusus untuk mengusut mafia minyak goreng di provinsi itu.

Seperti diketahui, Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) menetapkan 4 orang tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor “crude palm oil” (CPO) dan turunannya periode Januari 2021-Maret 2022.

Baca juga: Ini Deretan 4 Tersangka Mafia Minyak Goreng

Keempat tersangka itu adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana; Stanley MA (SMA), Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group; Master Parulian Tumanggor (MPT), Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia; serta Picare Togar Sitanggang (PT), General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas.

Tim khusus yang dibentuk ini setelah instruksi Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) diseluruh Indonesia guna menuntaskan mafia minyak goreng.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan saat ini Kejati NTT telah membentuk tim guna memberantas mafia minyak goreng di NTT.

“Khusus untuk minyak goreng, Kejati NTT telah membentuk tim khusus untuk menuntaskan mafia minyak goreng di NTT. Hal ini, berdasarkan instruksi JA, ST. Burhanuddin kepada seluruh Kajati se-Indonesia,” ungkap Abdul kepada wartawan, Sabtu (23/04/2022).

Selain minyak goreng, kata Abdul, Kejati NTT yang telah membentuk tim ini juga melakukan penyelidikan terhadap sejumlah tempat strategis yang diduga kuat terjadi mafia bahkan pungutan liar (pungli) di NTT.

Abdul menegaskan, saat ini tim bentukan Kejati NTT telah bergerak secara intelejen bahkan telah mengantongi sejumlah data yang mungkin saja dalam waktu dekat akan dilakukan penyelidikan oleh Kejati NTT.

“Tim terus bergerak guna penuntasan mafia minyak goreng di NTT. Bukan hanya minyak goreng tetapi sejumlah lokasi yang diduga kuat terjadi mafia bahkan hingga pungli terjadi,” tegas Abdul. (HT)