Spesifikasi Kapal Selam TNI AL yang Hilang saat Latihan di Selat Bali

Kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

Penjelasan KSAL Yudo Margono Terkait kondisi 53 awak KRI Nanggala-402
Kapal Selam TNI AL yang hilang kontak saat latihan di selat Bali. Foto: Hindia Times

Hindiatimes.com Satu dari lima kapal selam milik TNI Angkatan Laut hilang kontak di Selat Bali saat menggelar uji coba latihan di perairan tersebut.

Kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

Baca juga: Pratu Lucky Matuan, Eks Prajurit TNI yang Membelot ke OPM

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Julius Widjojono menyebut kapal selam KRI Nanggala tersebut hilang kontak pada Rabu (21/4) pagi tadi.

“Hilang kontak subuh tadi,” kata Julius saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Di dalam kapal itu pun kata Julius terdapat awak kapal yang terdiri atas prajurit TNI. Akan tetapi Julius tak merinci berapa total awak yang berada di kapal tersebut.

Untuk saat ini pihaknya masih mendalami terkait insiden kapal hilang kontak itu. “Ada (awak) ini kami masih dalami. Dengan tim penyelam,” kata Julius.

Insiden hilangnya KRI Nanggala-402 itu pun dibenarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Ia mengatakan, kapal itu dikabarkan hilang sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

“Baru izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak,” kata Hadi.

Kapal buatan Jerman

Kapal Selam KRI Nanggala-402 ini mengambil nama dari senjata pewayangan Nanggala. Kapal ini dibuat oleh pabrikan Howaldtswerke, Kiel, Jerman tahun 1981 tipe U-209/1300.

Salah satu kapal selam andalan milik Indonesia ini memiliki berat 1.395 ton, dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter.

Dikutip Hindia Times, Rabu (21/4/2021), KRI Nanggala-402 ini juga merupakan satu dari dua kapal selam tua buatan Howaldtswerke, Jerman Barat.

Pada 1981, Indonesia memiliki 12 kapal selam, tetapi hanya tinggal satu yang masih bisa menyelam. Atas hal tersebut, Indonesia pun memilih KRI Nanggala-402 buatan Jerman itu sebagai alutsista laut Nusantara.

Kekuatan kapal selam ini juga tak diragukan. Dengan mengandalkan mesin diesel elektrik, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan lebih kurang 25 knot.

Usai overhaul, KRI Nanggala-402 telah dilengkapi sonar teknologi terkini dengan persenjataan mutakhir di antaranya torpedo dan persenjataan lain.

Sebelumnya, kapal selam ini sempat menjalani perawatan di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan pada 2009-2012.

Dijuluki monster bawah laut

Kapal selam KRI Nanggala-402 ini aktif melakukan sejumlah misi penegakan kedaulatan, hukum dan keamanan di laut.

Selain itu, kapal ini juga kerap digunakan sebagai tempat latihan yang digelar TNI Angkatan Laut (AL).

Saat latihan operasi laut gabungan, 8 April sampai 2 Mei 2004, kapal ini menunjukkan kemampuannya sehingga dijuluki sebagai ‘monster bawah laut’. Kala itu, KRI Nanggala-402 menunjukkan kemampuan dengan menembakkan torpedo.

Sesuai dengan kemampuan mutakhir yang dimilikinya, kapal selam ini pun berhasil menenggelamkan KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaran tembak dalam latihan.*