Tinggalkan 2 Anak, Suami Istri di Kupang Tewas Gantung Diri

Mayat Musa Daniel pertama kali ditemukan Jemmy, warga setempat, sekitar pukul 11.00 Wita. Korban tergantung pada tali nilon yang terlilit pada leher, salah satu ujungnya terikat pada kayu atap rumah. 

Tinggalkan 2 Anak, Suami Isteri di Kupang Tewas Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri (Foto: ist)

Kupang, Hindiatimes.com Musa Daniel Ome (31), warga RT 15 RW 06 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas gantung diri di kediamannya, RT 15 RW 06 Kelurahan Sikumana.

Mayat Musa pertama kali ditemukan Jemmy, warga setempat, sekitar pukul 11.00 Wita. Korban tergantung pada tali nilon yang terlilit pada leher, salah satu ujungnya terikat pada kayu atap rumah.

Baca juga: Detik-detik Pengeroyokan Petugas Dinas Perhubungan di Labuan Bajo

Anggota Polsek Maulafa Polres Kupang Kota telah berada di lokasi dan memasang police line. Mayat korban saat ini telah dibawah ke rumah sakit.

Tinggalkan 2 Anak, Suami Isteri di Kupang Tewas Gantung Diri
Polisi mengevakuasi mayat Musa Daniel Ome (31) dari RT 15 RW 06 Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang menuju rumah sakit, Rabu 30 Maret 2022. (Foto: Pos Kupang)

Sebelumnya pada 16 Januari 2022, atau sekitar 2,5 bulan yang lalu, isteri Musa, Estin Fanggidae juga mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Saat itu, mayat sang istri ditemukan tewas gantung diri di rumah berbeda, di Kelurahan Sikumana.

“Belum lama ini istrinya meninggal dengan gantung diri, sekarang suaminya lagi dengan kejadian yang sama,” kata Jemmy, seperti dilansir Pos Kupang, Rabu (30/03/2022).

Hal senada disampaikan Ketua RT 15 Kelurahan Sikumana Lukas Tauhok. Menurut Lukas, pasangan suami istri itu mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Sejak sang istri meninggal dunia, lanjut Lukas, Musa tidak lagi tinggal di rumah mereka yang saat ini menjadi TKP kasus gantung diri.

“Sejak istrinya meninggal dunia, almarhum langsung pindah ke keluarga bersama kedua anaknya. Almarhumn ke sini hanya untuk melihat rumah dan nyalakan lampu saja,” jelas Lukas.

Dia menambahkan, selama ini Musa sulit berinterikasi dengan warga sekitar karena sibuk dengan pekerjaannya. Pernikahan Musa Daniel dan Estin Fanggidae dikaruniahi dua anak perempuan, GO (5) dan GaO (1).

Musa Daniel pernah bekerja sebagai karyawan di PT Semen Kupang. “Almarhum kerja di PT Semen Kupang sejak tamat dari SMA, namun karena Covid atau masalah lain makanya dia diherhentikan,” ujar Lukas.* (HT)